• Minggu, 2 Oktober 2022

Kadispenda Kabupaten Bogor Ini Ngaku Ngutang Rp 500 Juta Dari Pengelola Hotel Seruni Untuk Auditor BPK

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 14:37 WIB
Pembuktian barang bukti saat sidang dugaan suap auditor BPK di Pengadilan Tipikor Bandung (M. Nurofik)
Pembuktian barang bukti saat sidang dugaan suap auditor BPK di Pengadilan Tipikor Bandung (M. Nurofik)

PORTAL SIBER - Sebuah pengakuan mengejutkan lainnya terungkap dalam persidangan dugaan suap auditor BPK Jawa Barat, Senin (8/8/2022).

Adalah Kepala Bapenda Kabupaten Bogor, Arif Rahman, memberikan pengakuan soal asal mula uang Rp 100 juta yang dia berikan kepada Ihsan Ayatullah.

Kepada Majelis Hakim yang dipimpin Hera Kartiningsih, Arif Rahman mengaku jika dia secara pribadi mengutang uang sebesar Rp 500 juta kepada teman lamanya.

Baca Juga: Fakta Persidangan, Arif Rahman Akui Ada Hubungan Baik Antara Ihsan Ayatullah Dengan Rachmat Yasin

Saat didesak oleh Hera Kartiningsih, keluarlah pengakuan jika temannya itu adalah pengelola Hotel Seruni, Johnny Lafia

"Saya pinjam uang sebesar Rp 500 juta dari Johnny Lafia. Beliau kawan lama saya," kata Arif Rahman kepada majelis hakim, Senin (8/8/2022).

Saat kembali didesak majelis hakim siapa sosok Johnny Lafia, Arif Rahman pun akhirnya mengaku jika Johnny Lafia adalah pengelola Hotel Seruni, Puncak. Johnny Lafia bukan rekanan Pemkab Bogor atau kontraktor.

Baca Juga: Capaian Vaksin Di Kecamatan Tenjo 70 Persen, Ini Kata Kapolsek Tenjo

"Johnny Lafia pengelola Hotel Seruni, bukan rekanan," tegas Arif Rahman.

Saat ditanya tentang bukti peminjaman uang sebesar Rp 500 juta yang dinotariskan, Arif Rahman mengaku tidak dibuatkan akta notaris hanya berupa kwitansi saja.

Halaman:

Editor: M. Nurofik

Artikel Terkait

Terkini

Digadang Maju Pilgub Jabar, Ini Respon Mulyadi

Minggu, 25 September 2022 | 11:40 WIB
X