• Minggu, 2 Oktober 2022

Pejabat Kabupaten Bogor Ini Tolak Jadi Saksi Untuk Terdakwa Ade Yasin, Ini Alasannya

- Senin, 8 Agustus 2022 | 12:05 WIB
Sidang kasus dugaan suap auditor BPK Jawa Barat terkait Laporan Keuangan Pemkab Bogor tahun anggaran 2021. (M. Nurofik)
Sidang kasus dugaan suap auditor BPK Jawa Barat terkait Laporan Keuangan Pemkab Bogor tahun anggaran 2021. (M. Nurofik)

PORTAL BOGOR - Pengadilan Tipikor Bandung kembali menggelar persidangan dugaan suap auditor BPK Jawa Barat, Senin (8/8/2022) pagi.

Dalam persidangan kali ini, Jaksa KPK menghadirkan enam orang saksi, yang terdiri dari empat pejabat Kabupaten Bogor dan dua orang dari perwakilan BPK Jawa Barat.

Dari empat orang pejabat tersebut, satu orang menolak untuk bersaksi atas terdakwa Ade Yasin. Sedangkan untuk tiga saksi lainnya, pejabat menyatakan bersedia.

Baca Juga: Gus Udin Muncul Di Pengadilan Tipikor Bandung, Ada Apa?

"Mohon maaf majelis hakim, saya keberatan menjadi saksi untuk terdakwa Ade Yasin," kata pejabat yang diketahui bernama Arif Rahman.

Lebih lanjut Arif Rahman mengatakan, pihaknya merasa keberatan menjadi saksi untuk terdakwa Ade Yasin karena terdakwa adalah kakak kandungnya.

"Ade Yasin itu kakak kandung saya majelis hakim. Saya keberatan menjadi saksi untuk Ade Yasin," tegas Arif Rahman.

Baca Juga: Luput Dari Pantauan, Sidang Ihsan Ayatullah Cs Digelar Hari Ini Di Pengadilan Tipikor Bandung

Meski keberatan menjadi saksi untuk terdakwa Ade Yasin, Arif Rahman bersedia untuk menjadi saksi bagi terdakwa lainnya.

Sementara itu, dalam persidangan saksi yang dihadirkan diantaranya Rully Fathurahman Kasubag Penata Usahaan Keuangan di Sekda, Arif Rahman Kepala Bapenda Kabupaten Bogor yang juga adik kandung Ade Yasin, Rizki Setiawan Kepala Sub Keuangan Bapenda, Mika Rosadi Kepala UPT Pajak Jonggol.

Halaman:

Editor: M. Nurofik

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Digadang Maju Pilgub Jabar, Ini Respon Mulyadi

Minggu, 25 September 2022 | 11:40 WIB
X