• Sabtu, 13 Agustus 2022

Kawal Kasus Dugaan Penyerobotan Tanah Negara, Gemppar Demo Kejagung Dan Kantor BPN RI

- Selasa, 26 Juli 2022 | 14:29 WIB
Gemppar gelar aksi di Kantor Kejagung RI  (Dok. Gemppar)
Gemppar gelar aksi di Kantor Kejagung RI (Dok. Gemppar)

PORTAL SIBER - Mengawal kasus dugaan penyerobotan Tanah Negara dan dugaan penggelapan pajak di Kota Bogor, Presidium Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Aset Negara (Gemppar) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Agung (Kejagung) RI dan Kantor Kementerian ATR/BPN RI, Senin, (25/7/2022).

Dalam aksinya di dua kantor negara tersebut, Gemppar menyerahkan sejumlah data-data yang merupakan hasil kajian dari tim Gemppar terkait permasalahan penyerobotan Tanah Negara dan penggelapan pajak.

Dua point utama yang menjadi isu kajian Gemppar adalah dugaan penyerobotan Tanah Negara oleh Braja Mustika dan penunggakan pajak Bogor Golf Club yang berpotensi merugikan keuangan negara Rp 3,6 Triliun.

Baca Juga: Jaksa KPK Minta Hakim Tolak Eksepsi Ade Yasin, Ini Alasannya

Sementara itu, Koordinator aksi M. Fachri mengatakan, aksi kali ini merupakan bentuk kekecewaan Gemppar akibat lambannya proses pengaduan yang dilayangkan kepada Kejagung.

Gemppar menilai, lambatnya Jaksa Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung dalam proses penyelidikan dugaan penyerobotan tanah negara di Kota Bogor adalah kemunduran dan disintegrasi penegakan hukum di Indonesia.

"Aksi hari ini adalah kartu merah untuk Jampidsus. Jampidsus jangan melempem, jangan takut dengan penguasa untuk memproses laporan kami," kata Fachri saat orasi di depan gedung Kejagung RI.

Baca Juga: Mantan Ketua KPU Kabupaten Bogor Haryanto Surbakti Nyaleg di Partai Demokrat Kabupaten Bogor

Fachri menyampaikan di Kota Bogor ada 23 hektar lebih Tanah Negara dikuasai PT Thryossa Mustika (Braja Mustika), yang diduga tanpa hak yang sah sejak tahun 90n bahkan hingga saat ini masih dikuasai dan diperjual belikan.

"Kami datang sebagai bentuk upaya menyelamatkan aset negara. Negara berpotensi kehilangan asetnya," kata Fachri. (***)

Halaman:

Editor: M. Nurofik

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X