• Sabtu, 13 Agustus 2022

Lahan Warganya Disita Satga BLBI, Ini Kata Sekretaris Kecamatan Jasinga

- Selasa, 28 Juni 2022 | 08:23 WIB
Ilustrasi Sertifikat Tanah Gratis untuk Masyarakat. (ANTARA)
Ilustrasi Sertifikat Tanah Gratis untuk Masyarakat. (ANTARA)

PORTAL SIBER - Satgas BLBI telah menyita ratusan sertifikat tanah milik warga Jasinga Kabupaten Bogor karena masuk dalam daftar aset yang harus diselamatkan oleh negara.

Masyarakat yang telah memiliki sertifikat melalui program Redistribusi itu pun meradang karena lahannya menjadi bermasalah.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Jasinga, Ade Priatna, saat dikonfirmasi wartawan melalui panggilan seluler mengungkapkan bahwa lahan tersebut awalnya merupakan Hak Guna Usaha (HGU) PT Cikopomayak Cileles yang masa habisnya sekitar bulan Desember tahun 2012.

Baca Juga: Huntap Dibangun Gudang dan Ruko, DPKPP Kabupaten Bogor Meradang 

"Sebetulnya, kalau memang HGU mutlak tidak punya hutang BLBI pasti tidak akan disita. Tetapi yang punya ini ada hutang piutang ke BLBI," kata Ade Priatna, Senin (27/06/2022)

Lebih lanjut Ade Priatna membeberkan, pada waktu lahan tersebut dikuasai oleh Kementerian Pertahanan (Menhan), masyarakat di Kecamatan Jasinga hanya sebatas atas nama saja atau penggarap, selebihnya kepunyaan Kementerian Pertahanan.

"Terus diproses lah sertifikat atas nama masyarakat, seolah-olah Redis, dan dasarnya ada keterangan lunas. Nah dibuatlah SK Bupati yang entah gimana untuk proses sampai BPN hingga terbitlah sertifikat," ujar Ade Priatna kepada wartawan.

Baca Juga: Lewati Jalan Rusak, Truk Barang Hampir Terbalik Di Jalan Pamijahan 

"Namun ternyata dalam perjalanannya, hutang piutang kepada BLBI belum pernah bayar, dan berarti SK pelunasannya palsu," sambung Ade Priatna.

Lebih lanjut Ade Priatna menjelaskan, karena itu sudah terlanjur proses sertifikat maka permasalahan ini lanjut kepada proses hukum. "Luas lahannya 504 Hektar, dan sekarang ditangani Bareskrim," kata Ade Priatna.

Halaman:

Editor: M. Nurofik

Tags

Terkini

X