• Jumat, 27 Mei 2022

Ontrog Gedung KPK, Ini Yang Dilaporkan Mahasiswa dan Pemuda Bogor

- Kamis, 27 Januari 2022 | 22:46 WIB
GEMPAR menggelar aksi di gedung KPK menuntut pengungkapan dugaan kasus mafia proyek di Kabupaten Bogor. (Dok. GEMPAR)
GEMPAR menggelar aksi di gedung KPK menuntut pengungkapan dugaan kasus mafia proyek di Kabupaten Bogor. (Dok. GEMPAR)

PORTAL SIBER - Sekelompok mahasiswa dan pemuda Bogor yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bogor (GEMPAR) mengontrog gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (27/1/2022).

Tidak hanya menggelar aksi demo, GEMPAR juga melaporkan dugaan terjadinya mafia proyek yang di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor pada KPK.

Ketua Bidang Advokasi Hukum dan HAM GEMPAR, Sirhan Umusugi mengatakan adanya dugaan mafia proyek yang terjadi di wilayah Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Kebun Sawit Cicopong Cigudeg Jadi Tempat Melepas Lelah Para Pengendara

Sirhan Umusugi menyebutkan, banyak isu yang beredar di publik bahwa ada beberapa proyek yang ada di Kabupaten Bogor itu hanya dikuasai oleh segelintir orang.

Proyek-proyek bernilai puluhan miliar tersebut hanya dikerjakan oleh orang-orang tertentu, menjadi bahan perbincangan hangat di tengah-tengah kondisi yang masih rumit seperti ini di wilayah Kabupaten Bogor.

"Dugaan adanya sosok dibalik banyaknya proyek pembangunan di Kabupaten Bogor ini sudah lama di perbincangkan. Bahkan, dari jauh-jauh hari pun kami sudah menduga adanya tindakan melawan hukum di dalam proyek-proyek dengan nilai cukup fantastis," jelas Sirhan Umusugi.

Baca Juga: Tim Direktorat Narkoba Bareskrim Polri Ungkap Obat Keras Ilegal di Cibinong Bogor

Menurut Sirhan Umusugi, adapun maksud dan tujuan kedatangan GEMPAR adalah untuk meminta KPK melakukan investigasi khusus terhadap masalah pembangunan di Kabupaten Bogor, khususnya di DPUPR Kabupaten Bogor yang mempunyai domain dalam proyek pembangunan fisik.

"Yang kami laporkan karena banyak sekali kejanggalan saat pelaksanaan proyek. Ada yang terlambat dalam menyelesaikan, ada yang tidak sesuai dengan spesifikasi bahan yang telah di tetapkan pemerintah dan bahkan ada salah satu PT yang mempunyai rekam jejak buruk, dalam hal ini melakukan tindak pidana korupsi di salah satu proyek daerah yang hari ini memenangi tender proyek di kabupaten Bogor," ungkapnya.

Halaman:

Editor: M. Nurofik

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X