Operasi Pasar Murah Pemkab Bogor Sasar 35.552 Orang Terdampak Inflasi Kenaikan BBM

- Selasa, 13 Desember 2022 | 06:16 WIB
Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan saat Operasi Pasar Murah (Dauri)
Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan saat Operasi Pasar Murah (Dauri)

PORTALSIBER.COM, Cibinong - Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar subsidi Operasi Pasar Murah (OPM) dalam rangka penanganan dampak inflasi akibat naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) dengan menyasar sebanyak 35.552 orang yang terdiri dari pengemudi ojek online, pengemudi ojek pangkalan, supir angkutan pedesaan, dan pedagang mikro Senin (12/12/22).

Plt. Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengungkapkan, hari ini pihaknya launching subsidi Operasi Pasar Murah dengan sasaran pedagang mikro, pengemudi ojek online, pengemudi ojek pangkalan, dan supir angkutan pedesaan.

Kemudian, ujar Iwan Setiawan, ada 1.000 pelaku UMKM yang juga mendapat bantuan. Hal ini dilakukan bagi mereka yang terdampak inflasi akibat naiknya harga BBM.

Baca Juga: Banyak Proyek Jalan Di Kabupaten Bogor Yang Mangkrak, Anggota Dewan PKB Dari PKB Ini Angkat Bicara

“Pada Operasi Pasar Murah ini dari harga per paket sembako sebesar Rp.175 ribu, kita berikan dana stimulan per paketnya sebesar Rp.150 ribu, sehingga warga cukup menebusnya seharga Rp.25 ribu saja. Anggaran ini bersumber dari 2 persen Dana Alokasi Umum (DAU),” ungkap Iwan Setiawan.

Iwan Setiawan menambahkan, pihaknya setiap minggunya dari Disdagin dan Perumda Pasar Tohaga, terus memantau fluktuasi harga sembako sesuai dengan arahan Presiden RI.

"Kami berharap, dengan dikontrolnya setiap minggu oleh Perumda Pasar Tohaga dan Disdagin, bisa mendeteksi dini harga komoditas apa yang diprediksi akan naik," harapnya.

Baca Juga: Sistem Pengamanan Puskesmas Cigudeg Lemah, Empat Buah HP Pasien Raib Dicuri

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor Entis Sutisna menjelaskan, kegiatan subsidi Operasi Pasar Murah ini demi membantu masyarakat Kabupaten Bogor yang terdampak inflasi akibat kenaikan harga BBM.

“Yakni untuk memenuhi kebutuhan pokok, terutama pengemudi ojek online, pengemudi ojek pangkalan, supir angkutan pedesaan, dan pedagang mikro, sebanyak 35.552 orang yang tersebar di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor.

Halaman:

Editor: M. Nurofik

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Farmers Market: Solusi Belanja Harian Anti Ribet

Selasa, 5 Juli 2022 | 11:10 WIB
X