• Minggu, 2 Oktober 2022

108 Keluarga Korban Banjir Bandang Desa Jayaraharja Berharap Huntap Segera Dibangun

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 08:05 WIB
Warga Desa Jayaraharja penghuni Huntara berharap Pemkab Bogor segera bangun Huntap. (ILHAM ARY)
Warga Desa Jayaraharja penghuni Huntara berharap Pemkab Bogor segera bangun Huntap. (ILHAM ARY)

PORTAL SIBER - Sebanyak 108 keluarga korban bencana banjir bandang pada tahun 2020 silam yang di Desa Jayaraharja Kecamatan Sukajaya masih menunggu kabar pembangunan hunian tetap (huntap) yang dijanjikan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Saat ini, para korban bencana banjir bandang tersebut tinggal di kawasan hunian sementara (huntara) sambil menunggu direalisasikannya pembangunan huntap yang dijanjikan Pemkab Bogor.

Selama menunggu dibangunnya huntap, selain rasa jenuh, warga penghuni huntara juga merasa sangat mengkhawatirkan dengan kondisi kesehatannya, karena kondisi alam yang sedang tidak bersahabat.

Baca Juga: Momentum Asyura 10 Muharram UPT DLH Sampah Wilayah VII Jasinga Kabupaten Bogor Santuni Anak Yatim Piatu

Kepala Desa Jayaraharja Jaro Unus mengatakan, status korban bencana banjir bandang tahun 2020 tersebut , saat ini belum jelas. Nasib mereka saat ini masih terkatung-katung.

"Terkait huntap untuk Desa Jayaraharja, sampai sekarang ini masih belum ada kejelasannya. Jadi nasib mereka masih terkatung-katunglah. Memang infonya akan dibangun huntap di tahun 2023 nanti, tapi kan masyarakat terlalu lama menunggu, sudah mencapai 2 tahun lebih tinggal di huntara. Kalau bisa tolong diprioritaskan," kata Jaro Unus kepada wartawan, Senin (08/08/2022) .

Lebih lanjut Jaro Unus mengatakan, sebenarnya lahan untuk pembangunan sudah lama disiapkan, sehingga bisa segera dilaksanakan pembangunan huntap ini.

Baca Juga: Kapolri Umumkan Irjen Ferdy Sambo Tersangka Pembunuh Brigadir Joshua

"Karena Desa Jayaraharja kalau tanahnya sudah siap baru 1,5 ha. Jadi, saya juga terdorong untuk memperjuangkan huntap ini. Jangan sampai warga desa mengeluh dan mengatakan Jaro Unus tidak peduli dengan warganya, tidak bisa bekerja. Saya tidak mau begitu," curhat Jaro Unus.

Jaro Unus mengaku sudah berusaha semaksimal mungkin, agar harapan 108 keluarga korban bencana banjir bandang bisa terjawab secepatnya.

Halaman:

Editor: M. Nurofik

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peduli Warga, Polsek Leuwiliang Bagikan Paket Sembako

Senin, 26 September 2022 | 22:50 WIB
X